Cara Menghitung Biaya Impor dari China ke Indonesia: Laut, Udara, dan Pajak

Infografik cara menghitung biaya impor dari China ke Indonesia melalui laut atau udara

Cara menghitung biaya impor dari China ke Indonesia dimulai dari data muatan, bukan dari nama barang saja. Anda perlu mengetahui lokasi supplier, jumlah koli, berat, dimensi, nilai invoice, Incoterms, metode laut atau udara, dan kota tujuan.

Jawaban langsung: total biaya = pickup di China + origin handling + freight internasional + destination handling + proses impor + bea masuk/pajak sesuai ruang lingkup + delivery di Indonesia. Quotation harus menjelaskan komponen yang termasuk dan belum termasuk.

Data untuk Menghitung Biaya Impor dari China

  • nama, fungsi, material, merek, dan kondisi barang;
  • alamat lengkap supplier di China;
  • jumlah unit dan jumlah koli;
  • ukuran panjang × lebar × tinggi setiap koli;
  • berat setiap koli dan total berat;
  • nilai invoice, Incoterms, serta kota tujuan.

Pusat Impor menggunakan data tersebut untuk membandingkan pickup, laut LCL, FCL, atau udara. Karena itu, foto barang saja belum cukup untuk menghasilkan harga yang pasti.

Perhitungan Laut LCL, FCL, dan Udara

Biaya laut LCL

LCL sesuai untuk muatan yang belum memenuhi satu kontainer. Perhitungan mempertimbangkan CBM atau berat yang berlaku, biaya gudang konsolidasi, origin, freight, destination, serta delivery.

Biaya laut FCL

FCL menggunakan satu kontainer untuk satu shipment. Tarif dipengaruhi tipe kontainer, pelabuhan keberangkatan, trucking dari supplier, stuffing, jadwal kapal, destination charge, dan pengantaran.

Biaya air freight

Pengiriman udara memakai nilai yang lebih besar antara berat aktual dan berat volumetrik. Sebagai indikasi umum, berat volumetrik dapat dihitung dari panjang × lebar × tinggi dalam sentimeter, lalu dibagi faktor carrier. Faktor aktual wajib dikonfirmasi pada quotation.

Hitung Data Dasar untuk Estimasi Tarif

Kalkulator ini menghitung volume dan berat indikatif, bukan harga final. Quotation tetap mengikuti rute, jenis barang, moda, dokumen, dan ruang lingkup layanan.

Contoh Menghitung Volume dan Berat

Misalnya terdapat 10 koli. Setiap koli berukuran 60 × 50 × 40 cm dan memiliki berat aktual 18 kg. Total volumenya adalah 1,2 CBM, sedangkan total berat aktualnya 180 kg. Untuk udara, berat volumetrik indikatif dengan pembagi 6.000 menjadi 200 kg. Dengan demikian, indikasi berat tagih udara adalah 200 kg sebelum ketentuan carrier dikonfirmasi.

Contoh tersebut hanya menghitung data muatan, bukan harga jasa. Tim masih perlu menambahkan rute pickup, freight, handling, proses impor, pajak sesuai ruang lingkup, dan delivery.

Bagaimana Menghitung Bea Masuk dan Pajak?

Perhitungan pungutan memerlukan klasifikasi HS, nilai pabean, tarif yang berlaku, dan dokumen pendukung. Nama dagang tidak selalu cukup untuk menentukan HS. Gunakan INTR Indonesia National Single Window untuk referensi komoditas dan baca penjelasan impor untuk dipakai dari Bea Cukai. Tim perlu memeriksa fungsi, material, spesifikasi, dan dokumen sebelum memasukkan pungutan ke quotation.

Berapa Tarif Impor China ke Indonesia?

Tidak ada satu tarif yang berlaku untuk semua barang. Dua shipment dengan berat sama dapat memiliki biaya berbeda karena ukuran, kota supplier, jenis barang, Incoterms, pelabuhan, jadwal, handling, pajak, dan alamat tujuan berbeda. Lihat juga panduan umum biaya dan tarif impor serta layanan forwarder China Indonesia.

Minta Perhitungan Shipment China

Cukup kirim nama barang, lokasi supplier, jumlah koli, berat, dimensi, dan kota tujuan. Detail lain dapat dilengkapi setelah tim meninjau data awal.

Kirim Data untuk Quotation